Berita Mata Najwa On Stage Boyolali, Pecah !!



Posted on: 24 Feb 2019 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Sukses digelar di empat kota besar, program unggulan salah satu stasiun televisi di Tanah Air, Mata Najwa on Stage tak kalah meriah dan membuat suasana menjadi pecah karena digelar di kota kecil Boyolali pada Sabtu (23/2) malam. Bertempat di Alun-Alun Kidul Boyolali, lebih dari 6.000 penonton seperti halnya di empat kota sebelumnya yakni Malang, Bandung, Solo, dan Palembang. Acara yang dipandu presenter, Najwa Shihab ini mengambil tema Cerita Anak Kampung yang mengupas kisah perjalanan mereka dari bawah hingga menjadi orang yang menginspirasi.

Keempat tokoh tersebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, desainer Anne Avantie, Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dan CEO Bahaso Tyovan Ari Widagdo.

Memulai acara Nana panggilan akrab Najwa Shihab menyampaikan narasi acara dilanjutkan menyapa para penonton yang datang dari berbagai wilayah lain dari Boyolali ini. “Siapapun yang tinggal di desa, niscaya kampung tidak akan terlupa. Selalu ada rindu yang kadang diucapkan, tiap kali ingatan melayang ke kampung halaman. Dari sanalah mereka berasal dan pelan-pelan kita membal. Berjalanlah angin bisa membawamu, asal tak lupa hangatnya pelukan ibu. Bersama ribuan tampang-tampang Boyolali kita bicara tentang mimpi-mimpi yang tak terbeli,” tegas Nana disambut tepuk tangan riuh para penonton.

Dari obrolan yang ringan dan menarik dengan para narasumber ini benar-benar menginspirasi semua orang. Seperti halnya, Ganjar Pranowo yang lahir dan tumbuh di lereng Gunung Lawu Karanganyar. Orang nomor satu di Jawa Tengah ini mengisahkan keluarganya yang kurang mampu dan harus menuntut ilmu bersama saudaranya meski hampir putus asa. Sementara Anne Avantie merupakan desainer kelahiran Kota Solo yang hanya lulusan SMP yang karyanya sangat mendunia.

Hadir juga Sutopo Purwo Nugroho, warga asli Boyolali ini kini tengah berjuang melawan kanker paru-paru stadium 4B namun tetap bersemangat dalam menginformasikan peristiwa bencana yang terjadi di Tanah Air. Sutopo yang alumni SDN 1 Boyolali, SMPN 1 Boyolali dan SMAN 1 Boyolali ini juga berangkat dari keluarga miskin yang sering diejek atau istilah saat ini bullying. Namun berkat kegigihan dalam belajar karena hingga menginjak kelas 2 tingkat SD, Ia belum bisa membaca. Sutopo akhirnya terus berusaha untuk menjadi terkenal hingga seperti saat ini dan membanggakan orang tua, keluarga dan daerah asalnya.

Adapun Tyovan Ari Widagdo sebagai remaja asal Wonosobo yang merupakan peretas insyaf dan kini mampu membangun aplikasi Bahaso yang sudah diunduh jutaan pengguna. Bahkan di usia 16 tahun atau duduk di bangku SMA, Ia sudah mampu mendirikan perusahaan.

Kesuksesan yang diraih para narasumber tidak serta merta diperoleh dengan jalan mudah atau dengan usaha mereka sendiri. Peran keluarga terutama sang ibu benar-benar mengantar sang anak menjadi kebanggaan bagi keluarga dan daerahnya. Pada kesempatan tersebut juga dihadirkan ayah dan ibu dari Sutopo Purwo Nugroho yang tinggal di Boyolali, serta ibu dari Tyovan Ari Widagdo dari Wonosobo.

“Sukses bukan hanya punya anak-anak di kota besar dengan fasilitas yang lengkap. Sukses juga punya anak yang tinggal pelosok dan hidup pas-pasan,” ungkapnya.

Acara talkshow yang diselenggarakan Pemkab Boyolali melalui Dinas Komunikasi dan Informatika ini semakin menarik dengan hadirnya grup hip hop dangdut asal Yogyakarta, NDX A.K.A. Kelompok yang memiliki ratusan ribu penggemar ini juga merupakan grup yang kini telah sukses dengan perjuangan hebat karena pernah menjadi kuli bangunan. Adapula komedian dan komika, Adjis Doaibu yang semakin menghangatkan suasana malam di Alun-Alun Kidul Boyolali yang kian malam semakin ramai. (mjk/dst)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız angel shell