Berita Catatan Perjalanan Duta Seni Boyolali 2018 ke Negara Skandinavia : (25) Bazar di Horsens; Denmark Pungkasi Lawatan Duta Seni 2018



Posted on: 05 Aug 2018 Oleh Web Admin

HORSENS – Sesuai jadwal yang ditentukan, tim Duta Seni dan Misi Kebudayaan Pelajar Boyolali 2018 akan mengikuti kegiatan Indonesian Bazaar and Cultural Day 2018 di Kota Horsens; Denmark pada Sabtu (4/8). Pentas ini menjadi lawatan terakhir para pelajar terpilih Boyolali di tiga negara Skandinavia. Acara dibuka oleh Walikota Horsens, Peter Sørensen dan dihadiri Dubes Republik Indonesia untuk Kerjaan Denmark, Muhammad Ibnu Said. Acara ini sekaligus sebagai forum bisnis Indonesia dengan Denmark. Agenda ini merupakan kali ketiga digelar di Kota Horsens yang terletak sekitar 300 kilometer dari Kopenhagen ini. Suasana keindonesiaan nampak di arena Vitus Bering Plads ini dengan berbagai umbul-umbul warna warni dan bendera Merah Putih terpasang.

Dubes, M. Ibnu Said dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang sebesar -besarnya kepada Walikota Horsens dalam mengenalkan potensi budaya dan pesona Indonesia bagi masyarakat Horsens. Pihaknya mengharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat lokal terhadap Indonesia serta dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Denmark ke Indonesia.

Sementara Walikota Horsens, Mr. Peter Sorensen menyampaikan apresiasinya kepada KBRI Kopenhagen atas semangat dan usaha serta kontribusi yang dilakukan untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia di kota Horsens. Sebagai informasi kegiatan Bazaar tahun ini diikuti oleh stan makanan yang menyajikan sejumlah makanan khas Indonesia seperti sate, gado-gado, rendang daging sapi, siomai serta berbagai jajanan pasar lainnya. Selain itu juga terdapat stan kerajinan Nusantara serta penampilan pertunjukan seni dan budaya yang menghadirkan Duta Seni Pelajar Boyolali 2018.

Pada kesempatan tersebut tim Duta Seni menampilkan tarian Kusuma Bangsa, Bedhaya Manten, Jaran Kepang Boyolali, Bujang Ganong, Gotong Royong, Kala Kridha dan Topeng Ireng Gugur Gunung. Selain tim seni dari Boyolali, juga turut hadir grup INDA Grup yang menampilkan berbagai tarian nusantara seperti Tari Merak, Sajojo, Tobelo, Enggang, Ngapote dan Jaipong.

Bahkan untuk beberapa tampilan lagu dengan meraih dipadu dengan joget dan menari bersama yang tentu saja melibatkan para pelajar Boyolali. Tak jarang lagu-lagu dangdut atau lagu yang baru populer di Tanah Air juga dinyanyikan. Para pengunjung yang menghadiri bazaar ini tampak gembira dan membaur bersama. Pada sesi akhir disampaikan ucapan Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indoensai sembari mengibarkan bendera Merap Putih dan menyanyi lagu Kebyar-Kebyar yang dipopulerkan Gombloh ini.

Salah satu tim Duta Seni Boyolali, Nabilla Eka Dyas Putri mengatakan senang dan bersyukur telah selesai melakukan pentas terakhir ini. Bahkan Nabilla tidak yakin bahwa misi kebudayaan di tiga negara Skandinavia ini harus berakhir.

“Senang banget bisa pentas di luar negeri, tidak percaya seperti barusan kok sudah waktunya pulang. Masih pengen disini tapi rindu keluarga,” terang pelajar yang tercatat di SMAN 3 Boyolali ini.

Bahkan apabila ada kesempatan mengulangi, anak sulung pasangan Edy Suryanto dan Yayuk Pujiastuti ini akan siap meski dengan persyaratan yang lebih ketat dan berat. Berbagai usaha dan perjuangannya termasuk 18 pelajar yang lolos Duta Seni 2018 ini menjadikannya banyak belajar tentang pengalaman dan pengetahuan selama berada di negara mancanegara.

“Motivasi awal diajak teman, Duta Seni itu keluar negeri dan menari-menari akhirnya tertarik ikut Duta Seni. Awalnya Ia tidak yakin lolos karena tidak memiliki bakat seni, dan yang mendaftar banyak, yang diambil 18. Tapi saya senang dan bangga,” terang Nabilla yang ingin kuliah jurusan kedokteran usai lulus SMA ini. (mjk)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız angel shell