Berita EWS Banjir Bengawan Solo Gunakan Aplikasi Android



Posted on: 22 Mar 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Saat ini frekuensi bencana banjir semakin meningkat dan menimbulkan korban jiwa. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan informasi mengenai bencana masih jauh dari harapan atau adanya kerterlambatan informasi. Demikian diungkapkan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Charisal Akdian Manu di area bendungan Waduk Cengklik, Kecamatan Ngemplak; Boyolali pada Kamis (22/3).

“Informasi masih jauh dari harapan, masalah dalam kebencaaan dapat menimbulkan korban jiwa karena terlambat informasi,” terangnya usia pelaksanaan apel bersama Peringatan Hari Air Dunia XXVI tahun 2018.

Lantaran hal tersebut, pihaknya memanfaatkan penggunaan teknologi informasi dalam penyampaian informasi bencana. BBWSBS berupaya mengintegrasikan informasi yang semula berbasis website menjadi aplikasi yang berbasis daring (online) yang secara otomatis bisa dipantau melalui telepon pintar masyarakat dengan sebutan Early Warning Sistem (EWS) Berbasis Masyarakat.

“Masyarakat siapa yang sekarang yang tidak punya HP [handphone/telepon genggam], dimana-mana punya HP, ini salah satu bagian kami untuk bagaimana mengintegrasikan cara kami yang selama ini berbasis web, kalau ada informasi baru dibuka. [Melalui aplikasi] ini akan lebih ditingkatkan dan lebih cepat masuk ke HP relawan pada khususnya,” imbuh pria yang akrab disapa Roga ini.

Fitur aplikasi yang dapat diunduh pada aplikasi android playstore ini menurut Roga sangat mudah. Pelaporan aplikasi menggunakan sistem otomatis dengan salah satu menu berupa kamera yang bisa memperlihatkan keberadaan sungai secara langsung.

“Aplikasi ada menu berbentuk kamera, jika ada kejadian akan dipotret dan dianalisis dalam waktu 4 detik masuk ke kita. Kemudian dalam 15 menit sudah terkirim ke komunitas relawan atau masyarakat yang ada,” urainya.

Selain menggunakan teknologi, masyarakat yang berada pada posisi terjadinya bencana biasanya menggunakan cara tradisional dengan memukul kentongan. Dengan EWS secara modern ini diyakini mampu memberikan informasi valid dengan kebencaaan banjir, bahkan juga termasuk kekeringan dan longsor.

Masih menurut Kepala BBWSBS ini, pihaknya menaungi 16 juta penduduk yang berada di wilayah kerjanya pada 21 Kabupaten/Kota. Jumlah besar jiwa dari wilayah Wonogiri; Jawa Tengah hingga Gresik; Jawa Timur menjadi potensi besar yang akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sungai terpanjang di pulau Jawa ini.

“Sekarang kami baru memasang 6 titik, dengan pengembangan akan berupaya beberapa titik lagi untuk ditambah hingga secara keseluruhan ada 24 titik yang disebarkan pada 21 Kabupaten/Kota,” terangnya.

Selain EWS ini, saat ini juga telah terpasang pengamatan yang sudah ada 50 titik sudah tersedia.

“Yang jelas di anak sungai Bengawan Solo itu perlu titik pemantuan lagi. Target kami 2019 bisa menyeluruh bisa terkaver titik pengamatan tersebut baik secara digital atau pengamatan masyarakat,” tandas Kepala BBWS. (mjk/dst)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız angel shell