Berita Pasien Positif Covid-19 Boyolali Tambah 3



Posted on: 21 Apr 2020 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Perkembangan terkini pandemi wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di Boyolali resmi total bertambah empat pasien positif terkonfirmasi. Penambahan sebanyak tiga setelah keluarnya hasil uji laboratorium pada pada Senin (20/4/2020) sore dan Selasa (21/4/2020) pagi. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina di ruang Mawar Setda. Kabupaten Boyolali pada Selasa (21/4/2020) siang. Data tersebut juga meliputi Pelaku Perjalanan (PP), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawas (PDP).

“Per tanggal 21 April 2020 jam 12.06 WIB dimana jumlah Pelaku Perjalanan yang masih aktif dipantau 2805 orang, untuk data Orang Dalam Pemantauan yang masih aktif dipantau ada 87. Untuk PDP ada 29 dan pasien yang terkonfirmasi positif hari ini total sejumlah 4 orang,” terang Lina.

Status tiga orang yang bertambah tersebut menyusul pasien inisal BK (laki-laki, 53 tahun), warga Simo yang telah dinyatakan positif Covid-19 sebelumnya. Ketiga pasien tersebut dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan berdomisili atau ada kontak di Kabupaten Boyolali. Dua orang berinisial JS (laki-laki, 43 tahun) beralamat di Kecamatan Ngemplak dan S (perempuan, 54 tahun) berlamat di Kecamatan Teras dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUDPA) Boyolali. Sementara seorang berinsial TS dirawat di rumah sakit di luar Kabupaten Boyolali.

Penjelasan Lina ini sekaligus menanggapi perbedaan data dalam laman http://corona.jatengprov.go.id milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan http://covid19.boyolali.go.id milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali. Dijelaskan untuk data Pemkab Boyolali dirilis setelah dilakukan pelacakan berdasarkan orang yang berdomisili atau ada kontak di wilayah Kota Susu. Sementara data Pemprov Jateng berdasarkan alamat dalam KTP pasien yang bersangkutan.

“Data Provinsi berdasar KTP. Kami merilis data berdasarkan data program, ada tujuan untuk memutuskan rantai penularan yang ada di Kabupaten Boyolali. Sehingga yang kami rilis, data di Provinsi sudah kami lakukan verifikasi, validasi dan analisa dibantu TNI, Polri dan masyarakat. Kita berdasarkan kontak dan domisili,” jelasnya.

Untuk itu dipastikan akan terdapat perbedaan data. Pihaknya juga terus melakukan pelacakan (tracking) data yang ber-KTP di Boyolali, namun yang bersangkutan tidak berdomisili di Boyolali. Terkait hal seperti itu Dinkes Boyolali tidak menjadikan data tersebut dalam kewenangannya.

“Ternyata ada beberapa data KTP Boyolali setelah dilakukan tracking tidak berdomisili di Boyolali. Hal seperti itu tidak kita masukkan sebagai data Kabupaten Boyolali. Kita serahkan kepada Kabupaten/Kota yang menjadi domisili warga yang ber-KTP Boyolali,” tegasnya.

Untuk itu pihaknya meminta masyrakat tidak resah menyikapi hal tersebut. Pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Pemprov Jateng dan Kabupaten/Kota lain dalam melakukan penanganan Covid-19 ini.

“Kita utamakan tugas Dinkes Kabupaten Boyolali itu melindungi masyarakat Boyolali, sehingga yang kita tampilkan yang berkaitan dengan masyarakat Boyolali. Misal tidak terkait ya tidak kita munculkan. Kalau ditampilkan tidak produktif, juga bukan menjadi tanggung jawab Kabupaten Boyolali dan lebih baik dialihkan Kabupaten/Kota dimana tempat berdomisili,” tegasnya.

Hal tersebut juga bisa terjadi dengan kasus sebaliknya. Terdapat masyarakat tidak ber-KTP Boyolali namun berdomisili di Boyolali, seperti itu tetap akan diumumkan sebagai data di Kabupaten Boyolali karena melakukan kontak dengan masyarakat Boyolali. (Tim Liputan Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız angel shell