Berita Putus Rantai Virus Corona, Siswa Boyolali Belajar di Rumah



Posted on: 18 Mar 2020 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona meluas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali akan memberlakukan belajar di rumah bagi siswa didik di Kota Susu. Pemberlakuan tersebut tersebut diperuntukkan bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

 Aturan tersebut berlaku sesuai dengan Surat Edaran Bupati Boyolali Nomor 450/667/1.2/2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang Pencegahan Perkembangan dan Penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19) di Kabupaten Boyolali.

“Sesuai dengan kewenangan, mulai besok (Jumat) tanggal 20 Maret 2020 sampai 28 Maret 2020, siswa PAUD, SD, SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Boyolali belajar di rumah,” terang Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali, Darmanto saat ditemui di kantornya pada Rabu (18/3/2020).

Artinya, sebanyak 251 PAUD, 551 TK, 600 SD dan 90 SMP di Kabupaten Boyolali tetap akan masuk seperti biasa pada Kamis (19/3/2020) untuk menerima tugas yang diberikan oleh pendidik. Pihaknya akan mengarahkan untuk memberikan tugas yang dapat mengurangi aktifitas anak didik di luar rumah. Setelah itu, pada Jumat (27/3/2020) siswa akan masuk untuk mengikuti program Jumat Sehat.

“Anak akan melaporkan tugas belajarnya sejak besok [Jumat (20/3/2020)] sampai Jumat (27/3/2020). Kemudian guru akan cek dan melihat kesehatan siswa. Ketika ada gejala-gejala tertentu, supaya guru bisa menghantarkan anak-anak ke layanan kesehatan terdekat, seperti poliklinik, puskesmas, rumah sakit,” ujarnya.

Selama kegiatan belajar mengajar dilakukan dirumah, para guru tetap akan masuk sekolah seperti biasanya untuk mengecek serta menyiapkan fasilitas cuci tangan di sekolah masing-masing. Selain itu, guru juga dianjurkan untuk menyemprotkan disinfektan setiap hari selama anak-anak belajar di rumah.

“Guru tetap masuk melaksanakan tugas, selain tugas sesuai dengan tupoksi, yang kaitannya Surat Edaran Bupati, kita semua tenaga pendidik memastikan sekolahnya bersih tersedia fasilitas cuci tangan dan penyemprotan,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya meminta kepada orangtua siswa dan seluruh elemen masyarakat agar dapat terus memantau aktifitas anak ketika berada di rumah. Terlebih saat ini sedang berjalan ujian bagi kelas VI SD dan IX SMP.

“Untuk kelas VI karena sebentar lagi USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) saya harap bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi USBN. Juga untuk SMP karena April pada minggu pertama mereka harus Ujian Nasional maka mereka juga harus menyiapkan,” pungkasnya. (dst/bet)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız angel shell